
Semakin Erat Pertemanan Semakin Besar Tanggung Jawab yang harus dilaksanakan???
لَا يَنْهَاكُمُ اللَّـهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُم مِّن دِيَارِكُمْ أَن تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ
QS Al Mumtahanah : 8
"Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama, dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil."
Ayat ini menekankan pentingnya berbuat baik dan adil terhadap orang-orang yang tidak memerangimu karena agama, serta tidak mengusirmu dari negerimu. Pesan yang terkandung di sini adalah tentang keadilan, toleransi, dan sikap baik terhadap sesama, bahkan dalam konteks ketidaksetujuan atau perbedaan keyakinan.
Pertemanan yang sehat dan kokoh memang membutuhkan komitmen dari semua pihak yang terlibat. Komitmen ini menciptakan dasar yang kuat untuk menjaga hubungan dan menghadapi berbagai tantangan yang mungkin muncul.
Meskipun tidak secara eksplisit membahas komitmen dalam pertemanan, hadits-hadits dibawah memberikan dasar-dasar moral dan etika yang membentuk hubungan sosial, termasuk dalam konteks pertemanan. 1. Hadits tentang kejujuran:
لَيْسَ الصَّدِيقُ مَنْ وَعَدَكَ وَفَاكَ، إِنَّمَا الصَّدِيقُ مَنْ وَعَدَكَ بِمَا هُوَ فِيهِ
"Bukanlah teman yang jujur hanya yang berjanji dan memenuhi janjinya, tetapi teman yang jujur adalah yang berjanji dengan apa yang ada padanya." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Hadits tentang berkata baik atau diam:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah dia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari)
3. Hadits tentang mencintai untuk saudara apa yang dicintai untuk diri sendiri:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu, sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)
Oleh karenanya, menjaga komitmen, kejujuran, dan kasih sayang dalam pertemanan merupakan implementasi nilai-nilai yang terkandung dalam ajaran Islam.
1. Hadits tentang kejujuran:
لَيْسَ الصَّدِيقُ مَنْ وَعَدَكَ وَفَاكَ، إِنَّمَا الصَّدِيقُ مَنْ وَعَدَكَ بِمَا هُوَ فِيهِ
"Bukanlah teman yang jujur hanya yang berjanji dan memenuhi janjinya, tetapi teman yang jujur adalah yang berjanji dengan apa yang ada padanya." (HR. Bukhari dan Muslim)
2. Hadits tentang berkata baik atau diam:
مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ فَلْيَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari kiamat, hendaklah dia berkata yang baik atau diam." (HR. Bukhari)
3. Hadits tentang mencintai untuk saudara apa yang dicintai untuk diri sendiri:
لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لأَخِيهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ
"Tidak beriman salah seorang di antara kamu, sehingga ia mencintai untuk saudaranya apa yang ia cintai untuk dirinya sendiri." (HR. Bukhari dan Muslim)